5 LANGKAH PENTING TROUBLESHOOTING KOMPUTER UNTUK IT SUPPORT PROFESSIONAL


5 LANGKAH PENTING TROUBLESHOOTING KOMPUTER UNTUK IT SUPPORT PROFESSIONAL

Troubleshooting adalah proses untuk mengidentifikasi suatu masalah adanya ketidaknormalan pada komputer. Troubleshooting dibagi menjadi 2 : Troubleshooting hardware dan software. Troubleshooting hardware biasanya ditandai dengan komputer tidak dapat menyala, monitor mati dan lain sebagainya. Sedangkan troubleshooting software ditandai dengan lambatnya kinerja komputer, meski tidak menutup kemungkinan bahwa gejala lambatnya komputer terjadi tidak hanya karena software tapi pada hardware.

 

Terdapat dua macam teknik troubleshooting untuk mendeteksi permasalahan komputer, yaitu :

 

1.Teknik Forward

Segala permasalahan dideteksi dari awal komputer dirakit. Pada teknik ini, hanya dilakukan pendeteksian sebelum komputer dialiri listrik. Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua hardware yang telah terpasang; misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.

 

2.Teknik Backward

Teknik Backward mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dialiri listrik. Teknik ini lebih banyak digunakan jika komputer tidak menyala saat tombol power ditekan.

 

Troubleshooting komputer juga memiliki prosedur yang harus dijalankan agar komputer dapat berjalan secara normal kembali. Berikut adalah langkah-langkah troubleshooting komputer untuk IT Support secara profesional :

1.Identifikasi Masalah

Dalam langkah ini, IT Support harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin guna mengidentifikasi masalah yang terjadi. Pengumpulan informasi dapat berupa pertanyaan yang disampaikan oleh pengguna, memeriksa komputer secara langsung melalui BIOS, Event Viewer, Device Manager atau menggunakan Diagnostic Tools.

 

2.Menetapkan Teori Kemungkinan Penyebab Masalah

Dengan membuat daftar penyebab permasalahan, IT Support melakukan penelitian secara internal maupun eksternal. Setelah itu, dilakukan uji teori dari penyebab masalah yang dapat ditemukan secara pasti.

 

3.Aksi Untuk Mengatasi Penyebab Masalah dan Menerapkan Solusi

Jika perbaikan cepat dapat memperbaiki masalah, IT Support melakukan pemeriksaan untuk memverifikasi apakah fungsionalitas sistem dapat berjalan secara penuh, serta melakukan tindakan pencegahan. Jika perbaikan cepat tidak dapat memperbaiki masalah, permasalahan lebih lanjut kemudian diselidiki kembali guna mengidentifikasi teori baru tentang penyebab kerusakan software dan hardware tersebut.

 

4.Pemeriksaan Fungsi Sistem yang Berjalan dan Melakukan Tindakan Pencegahan

Setelah melakukan perbaikan, fungsi sistem yang telah diperbaiki dipastikan dapat berjalan normal secara penuh, serta dilakukan tindakan pencegahan masalah untuk waktu mendatang. Melalui pemeriksaan sistem secara penuh, akan memastikan seorang IT Support telah menyelesaikan masalah utama dan tidak membuat masalah lain saat proses perbaikan komputer dilakukan.

 

5.Dokumentasi Tindakan Perbaikan yang Telah Dilakukan

Jika pemilik perangkat sudah memastikan bahwa masalah perangkatnya telah teratasi, seorang IT Support dapat mendokumentasikan perbaikan dalam bentuk urutan kerja pada jurnal. Informasi yang disertakan pada pendokumentasian sebagai berikut :

- Deskripsi masalah

- Langkah penyelesaian masalah

- Komponen yang digunakan dalam perbaikan

 

Langkah-langkah ini dapat membantu mempercepat waktu troubleshooting komputer, agar pemilik perangkat komputer yang bermasalah dapat menggunakan perangkatnya kembali secara normal. Hal terpenting dalam troubleshooting komputer ini adalah lakukan backup atau restore data ke penyedia layanan hosting penyimpanan data yang terpercaya. Hal ini dilakukan agar data pemilik perangkat tidak hilang ketika terjadi kesalahan proses troubleshooting.

Posted 2018-09-07 13:56 by Marcomm Gmedia Share
  news