KEMBANGKAN BISNIS ANDA DENGAN TIPS B2B MARKETING


KEMBANGKAN BISNIS ANDA DENGAN TIPS B2B MARKETING

 

Setiap model bisnis memiliki strategi marketing yang spesifik. Begitu pun dengan business to business atau B2B. B2B marketing adalah sebuah aktivitas pemasaran yang terjadi antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya. Produk yang dipasarkan biasanya barang industri atau barang modal. Seorang pebisnis menjual produk atau layanannya kepada pebisnis lain untuk meningkatkan performa atau memaksimalkan pencapaian si konsumen pemilik bisnis.

Berikut tips B2B marketing untuk mengembangkan bisnis secara lebih efektif dan efisien!

1. Targetkan pelanggan spesifik

Setiap bisnis perlu menentukan target konsumennya. Dengan begitu, sebuah brand bisa mengalokasikan tenaga, usaha, dan strategi yang pas untuk menggaet konsumen. Cara inipun membuat usaha marketing bisa berjalan lebih efektif dan terukur. Sifat bisnis B2B sendiri cenderung sudah spesifik, sehingga Anda pastinya sudah punya gambaran siapa yang akan membeli dari bisnis Anda.

Meski begitu, ada baiknya untuk membuat rencana target pasar. Bahkan, lebih baik lagi jika Anda membuat daftar customer personas untuk bisnis yang dijalankan.

2. Bangun hubungan jangka panjang

Bisnis B2B tentunya memiliki siklus transaksi yang berbeda dengan B2C. B2B memiliki siklus transaksi yang lebih panjang. Konsumen bisnis B2B perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum membuat transaksi. Nilai transaksi B2B bisa sangat besar dan jika konsumen tidak puas, itu akan sangat merugikan bagi konsumen serta merusak reputasi Anda.

Maka dari itu, menginvestasikan resource untuk salesperson adalah hal yang mungkin bisa dilakukan. Keberadaan salesperson atau pramuniaga akan membantu konsumen mendapatkan informasi dan produk yang tepat untuk keperluannya.

3. Prioritaskan kepuasan pelanggan

Sebagai pemilik bisnis, Anda pasti menginginkan pelanggan merasa puas. Anda memproduksi barang dengan fitur canggih dan selengkap mungkin. Ditambah, Anda membuat konten promosi yang semenarik mungkin. Dalam sebuah transaksi bisnis, ada yang dinamakan customer journey. Hal ini merupakan perjalanan konsumen dari mulai mengenal produk sampai menjadi pelanggan tetap. Anda perlu memastikan strategi marketing Anda mencakup semua customer journey.

4. Sesuaikan kebutuhan pelanggan

Selain memastikan kepuasan pelanggan, bisnis B2B juga perlu menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Nantinya, ini akan berhubungan dengan relasi jangka panjang bisnis Anda dengan konsumen. Kemampuan untuk menyesuaikan keinginan pelanggan menjadi sangat penting.

5. Buat blog

Orang kini menggantungkan internet untuk mencari dan mendapatkan informasi. Jika bisnis Anda tak ada di internet, Anda melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan pelanggan. Bisnis B2B yang memiliki blog mendapat lead lebih banyak dibandingkan yang tidak memiliki blog. Peluang ini tentu perlu Anda manfaatkan. Anda bisa bercerita soal visi dan misi bisnis Anda dengan cara yang lebih personal. Bisa juga membagikan tips, insight, dan konten seputar bisnis Anda. Di sisi lain, Anda juga bisa menyebarkan cerita inspiratif dari pemilik bisnis maupun pelanggan.

6. Buat strategi harga yang cermat

Harga adalah salah satu elemen krusial dalam marketing. Karena itu, Anda perlu dengan hati-hati menentukan harga produk atau layanan yang bisnis tawarkan. Menetapkan harga di bawah harga pasaran agaknya akan beresiko bagi bisnis.

Ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam bisnis B2B yaitu :

Pertama, Anda perlu menciptakan ruang negosiasi. Bisnis B2B membuat pelanggan dan pemilik bisnis bisa bernegosiasi soal harga. Ini adalah salah satu keuntungan dari praktik B2B. 

Kedua, cantumkan harga dan fitur produk dengan jelas. Ini adalah langkah pertama untuk menjalin hubungan saling percaya dengan calon pelanggan. Ketika Anda jelas memampang harga dan detail produk, akan lebih banyak pelanggan serius yang menghubungi Anda.

Ketiga, tawarkan beragam pilihan pembayaran. Pilihan pembayaran ini bisa berarti rekening bank yang dipakai untuk transaksi. Akan tetapi bisa juga pilihan pembayaran berupa program cicilan atau sistem pelunasan.

7. Sesuaikan strategi content marketing

Strategi marketing B2B dan B2C sangatlah berbeda. Target pasar B2B lebih selektif dalam menggunakan media sosial. Dampaknya, Anda pun perlu lebih selektif dalam menjalankan kampanye promosi. Ini untuk menghindari resource yang terbuang. Anda juga bisa menggabungkan video marketing dan konten-konten visual sesuai dengan karakter channel media sosial yang dipilih. Dengan begitu, Anda bisa memaksimalkan strategi marketing di medium yang dipilih.

8. Bangun jejaring (networking)

Membangun jejaring adalah salah satu strategi B2B marketing yang bersifat spesifik dan efektif. Cara ini bahkan lebih populer dibandingkan newsletter, komunitas online, program afiliasi, dan lainnya. Dengan networking, Anda bisa menjalin hubungan dengan calon pelanggan dengan lebih supel.

Pendekatan personal semacam ini biasanya justru efektif dalam menarik pelanggan membeli produk atau layanan bisnis yang Anda tawarkan.

Kini Anda sudah mengetahui berbagai tips B2B marketing bagi bisnis B2B Anda. Semoga tips ini bermanfaat untuk kemajuan bisnis Anda. Baca artikel lainnya dari Gmedia di website Gmedia.

Posted 2020-11-20 08:01 by Marcomm Gmedia Share
  news