MENGENAL BARCODE DAN BEDANYA DENGAN QR CODE


MENGENAL BARCODE DAN BEDANYA DENGAN QR CODE

Ketika berbelanja di toko swalayan, Anda pasti menyadari keberadaan mesin scanner yang terletak di meja kasir. Beberapa tahun lalu, Anda juga sudah bisa menemukan mesin scanner di sekitar rak produk di supermarket yang bisa digunakan untuk mendeteksi barcode. Lantas, apa itu barcode dan apa bedanya dengan QR Code?

Apa Itu Barcode?

Kode batang, kode palang, atau kode bar (barcode) adalah data optik dalam bentuk garis atau bar yang dibaca oleh mesin. Kode-kode ini berfungsi untuk membedakan satu jenis produk dengan produk lainnya. Tak perlu repot mencari, Anda pasti bisa menemukan barcode pada semua produk di toko swalayan.

Jenis-jenis Barcode

Jika Anda bertanya-tanya mengapa barcode digunakan oleh banyak pusat perbelanjaan, jawabannya adalah karena sistem yang dikembangkan oleh Bernard Silver dan Norman J. Woodland ini mudah digunakan dan efektif. Oleh karena itu, saat ini barcode sudah digunakan untuk banyak keperluan, seperti untuk produk retail dengan sistem Universal Price Codes (UPC) yang digunakan oleh produk toko swalayan. Selain itu, barcode juga digunakan sebagai kode untuk keperluan packaging yang menggunakan barcode ITF-14, yaitu barcode Interleaved Two-of-Five yang berisi 14 angka dan biasanya digunakan untuk menandai produk dengan jumlah banyak dalam sebuah kardus karton.

Selanjutnya, barcode juga digunakan untuk penerbitan. Ya, jika Anda pernah membeli buku sekolah, novel, atau majalah dari toko buku, Anda tentu menemukan International Standard Book Number (ISBN) atau International Standard Serial Number (ISSN). Tidak sulit untuk mengenali jenis barcode yang satu ini, karena Anda pasti menemukan huruf “ISBN” sebelum 13 angka produk atau tulisan “ISSN” sebelum barisan delapan angka produk.

Mungkin Anda belum menyadari, ada barcode yang digunakan khusus untuk keperluan farmasi. Biasanya, barcode ini digunakan untuk mengidentifikasi produk obat-obatan. Jenis barcode yang digunakan adalah Health Industry Barcode (HIBC) yang ditandai oleh tanda “+” di awal kode dan diikuti oleh 24 karakter yang terdiri dari campuran huruf dan angka.

Lalu, ada barcode yang digunakan untuk keperluan non retail. Contohnya adalah barcode yang digunakan untuk menandai buku-buku di perpustakaan, kartu member, atau melabeli barang-barang inventaris. Jenis barcode yang bisa digunakan untuk melabeli produk non retail ini adalah Code 39 atau Code 128, perbedaan utama keduanya terletak pada tingkat kepadatan (density) data, Code 128 mempunyai densitas lebih tinggi dibanding Code 39.

QR Code

Selain barcode, saat ini kita juga menggunakan sistem kode yang terdiri dari kumpulan persegi yang menempel satu sama lain hingga membentuk persegi yang lebih besar, yaitu QR code. Jika barcode hanya terdiri dari satu dimensi, yakni garis vertikal dengan jarak tertentu, maka Quick Response Code alias QR Code adalah kode yang dipindai (scan) dalam dua dimensi, yakni secara vertikal dan horizontal. Saat ini, QR Code sudah banyak digunakan untuk hampir segala hal di sekeliling kita, mulai dari transaksi keuangan hingga mengirim pesan tertentu.

sejak awal pengembangan, QR Code memang ditujukan untuk memudahkan kehidupan manusia. Alhasil, saat ini QR Code bisa digunakan oleh semua orang dan menjadi “public code”. For your information, bentuk pola yang digunakan oleh QR Code adalah persegi, persegi adalah pola yang hampir tak mungkin muncul di dunia bisnis sehingga lebih mudah dibaca.

Mirip seperti barcode, QR Code juga digunakan oleh berbagai jenis perusahaan, seperti retail, periklanan, logistik, industrial, dan untuk packaging. Namun, perusahaan farmasi tidak termasuk dalam daftar ini. Pasalnya, ada tiga jenis barcode khusus yang digunakan untuk melacak produk farmasi, yaitu Pharma One-Track yang terlihat mirip dengan ITF-14, Pharma Zentrale Nummer (PZN) yang biasa digunakan di Jerman, dan Pharma Two-Track yang berisi dua tumpuk bar.

Saat ini, bahkan kamera HP mu saja sudah bisa melakukan pemindaian terhadap QR Code. Fungsinya banyak, seperti untuk melakukan pembayaran, registrasi formulir online, menyimpan kontak, menyalin tulisan, bahkan mengunduh file berupa foto atau dokumen. Selain itu, QR Code juga mempunyai keunggulan yang sampai sekarang tidak dimiliki oleh barcode, yaitu kemampuan menampung data dengan kapasitas yang lebih besar ketimbang barcode. 

Perbedaan Barcode dan QR Code

Setelah memahami definisi keduanya, mestinya sekarang Anda sudah memahami apa perbedaan keduanya. Secara sederhana, barcode lebih sering digunakan untuk mengurutkan produk berdasarkan jenis dan nilai atau harganya. Di sisi lain, QR Code terlihat lebih modern karena bisa menyimpan data lebih banyak ketimbang barcode serta lebih mudah dibaca menggunakan perangkat pintar.

Mengingat barcode lebih sulit dibaca dan lebih banyak digunakan untuk keperluan industri perdagangan, sepertinya akan lebih mudah jika Anda menggunakan QR Code. Selain kemudahan yang ditawarkan ketika membaca QR Code, kode yang satu ini juga lebih mudah dibuat dan bisa menampung berbagai jenis data, termasuk alamat website. Anda juga bisa menggunakan QR Code untuk melaksanakan campaign-mu.

Posted 2020-03-24 10:09 by Marcomm Gmedia Share
  news