WASPADA BAHAYA BELANJA ONLINE LEWAT WIFI PUBLIK


WASPADA BAHAYA BELANJA ONLINE LEWAT WIFI PUBLIK

Belanja online mulai menjadi budaya masyarakat modern. Kesibukan, kepraktisan, kemudahan akses internet menjadikan budaya belanja online meluas ke berbagai belahan dunia. Keinginan berbelanja online juga melanda masyarakat Asia Pasifik termasuk Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan pengguna mobile terbesar di dunia, yang menurut Forbes dari 150 juta pengguna internet di Indonesia, 95% atau 142 juta adalah pengguna internet via mobile.
 
Dibalik segala kemudahan yang diberikan serta semakin menjamurnya budaya berbelanja online ini, tersimpan potensi risiko yang besar. Risiko yang sering mengancam para pelaku belanja online ini adalah kejahatan siber seperti penipuan online yang berimbas ke akun finansial pengguna dan informasi pribadi yang disalahgunakan. 
Belum lagi kerentanan lain yang bersumber dari lemahnya kata sandi dan penggunaan kata sandi tersebut untuk banyak akun terutama akun finansiaL. Yang lebih memperburuk keadaan lagi adalah meningkatnya ketersediaan WiFi gratis. WiFi publik gratis ini dapat ditemukan di mana-mana, mulai dari tempat wisata, hotel sampai ke restoran dan kedai kopi.
Meskipun gratis WiFi publik belum tentu dapat menjamin keamanan, terdapat ancaman dari serangan Man in the Middle (MitM) di mana seorang peretas mencegat komunikasi antara dua pihak, kemudian mencuri informasi pribadi korban yang dapat disalahgunakan peretas untuk keuntungan mereka.
Beberapa tips keamanan siber yang dapat digunakan semua orang untuk terhindar menjadi korban akibat diretas melalui eksploitasi WiFi dan tetap aman berbelanja online sebagai berikut:

  1. Pembeli online harus menghindari penyimpanan informasi pembayaran di portal pengecer, untuk mencegah kemungkinan hilangnya data melalui pelanggaran data.
  2. Pastikan bahwa transaksi dilakukan pada jaringan aman dan bukan pada jaringan publik.
  3. Pembeli online juga harus selalu memastikan bahwa situs web tempat mereka melakukan transaksi aman, dan bahwa mereka ada di situs web resmi pengecer.
  4. Tautan dari banner iklan berpotensi menyebabkan pembeli online ke situs imitasi pengecer, yang dilakukan dalam upaya mencuri data pribadi dan keuangan.
  5. Untuk terhubung ke internet saat bepergian atau di tempat umum gunakan fitur hotspot ponsel Anda.
  6. Jika Anda benar-benar harus terhubung ke jaringan WiFi publik, pastikan untuk terhubung ke yang sah. Terkadang peretas akan membuat jaringan imitasi (kembaran berbahaya atau spoof) untuk menipu Anda agar masuk ke jaringan dengan nama yang sama. Tidak ada salahnya untuk memverifikasi dengan fasilitas yang tepat untuk terhubung.
  7. Cobalah untuk menghindari masuk ke layanan sensitif seperti aplikasi perbankan, email atau transaksi online.
  8. Pertimbangkan untuk menggunakan layanan seluler ponsel cerdas Anda, yang selalu lebih aman daripada WiFi umum.
  9. Gunakan layanan keamanan dasar seperti antivirus dan pertimbangkan VPN.
Posted 2019-10-10 08:04 by Marcomm Gmedia Share
  news