TEKNOLOGI PENGAMANAN DATA DIGITAL


TEKNOLOGI PENGAMANAN DATA DIGITAL

Banyaknya peretasan akun digital membuat beberapa pengembang melahirkan inovasi baru di bidang pengamanan akun-akun digital, dengan menciptakan sistem pengamanan ganda yaitu Two Factor Authentication.

Penciptaan sistem tersebut tentu untuk menekan terjadinya peretasan atau pembajakan data-data yang bersifat privasi. Dengan hadirnya teknologi Two Factor Authentication atau verifikasi dua langkah dapat digunakan untuk menjamin keamanan. Ditambah lagi teknologi tersebut umumnya mewajibkan pengguna untuk mengintegrasikan nomor telepon atau email. Jadi jika ada yang mencoba mengakses akun, pemberitahuannya akan dikirim melalui nomor telepon atau email yang tercantum. Verifikasi dua langkah sendiri telah digunakan oleh banyak pengembang di dunia untuk mengamankan data-data milik penggunanya, bahkan Facebook salah satu jejaring sosial ternama pun menggunakan fitur ini, begitu juga Google, WhatsApp, dan masih banyak lainnya.

Teknologi pengamanan ini memang terbukti ampuh untuk meminimalisir pencurian privasi berbasis digital milik seseorang. Hal yang berkaitan privasi memang sebaiknya dirahasiakan, sebab jika disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab efeknya akan berbahaya akibatnya. Bukan saja nama baik yang tercemar, bisa saja privasi Anda digunakan untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Cara kerja keamanan ini terbilang sederhana, namun sulit untuk dibobol atau dimanipulasi oleh para peretas. Berikut adalah cara kerja verifikasi dua langkah ini secara singkat :

  • Pemilik akun (yang menggunakan sistem verifikasi dua langkah) biasanya akan diminta untuk memasukan informasi nomor telepon sebagai pelengkap data dari akun miliknya.
  • Ketika menggunakan verifikasi dua langkah, sistem akan mengirimkan kode verifikasi ke nomor telepon yang didaftarkan sebelumnya.
  • Kemudian pemilik akun diminta untuk mengisi kolom kode pada halaman akun.

Jadi, jika pengguna mengaktifkan fitur Two Factor Authentication atau verifikasi dua langkah, maka setiap ingin login ke jejaring sosial atau yang lain. Pengguna diminta untuk memasukan kode yang dikirim melalui nomor telepon yang sudah diverifikasi sebelumnya. Kode tersebut kemudian dimasukkan pada kolom kode yang disediakan layanan online bersangkutan.

Dengan demikian, akun privasi yang dimiliki pengguna akan lebih sulit untuk diretas. Hal ini dikarenakan akun tersebut sudah terintegrasi dengan nomor pemilik akun. Maka dari itu, jika ada orang tidak dikenal mencoba login ke akun tersebut, maka harus memiliki akses ke nomor telepon si pemilik akun (korban) untuk mendapatkan kode verifikasi, barulah orang tidak dikenal itu dapat masuk ke akun korban. Tentu saja dengan verifikasi kode melalui nomor telepon terasa lebih aman serta otomatis menyulitkan para peretas membajak akun privasi seseorang.

Posted 2019-03-14 13:45 by Marcomm Gmedia Share
  news