IMPLEMENTASI DARI INTERNET OF THINGS (IOT) DI INDONESIA


IMPLEMENTASI DARI INTERNET OF THINGS (IOT) DI INDONESIA

Trend Internet Of Things atau yang dikenal dengan IoT semakin berkembang luas saat ini. Teknologi IoT adalah konsep perangkat yang mampu mentransfer data tanpa perlu terhubung dengan manusia, melainkan internet sebagai medianya. Sederhananya manusia tidak perlu mengontrol benda/perangkat IoT tersebut secara langsung. Melainkan manusia bisa mengontrol benda tersebut dari jarak jauh dengan smartphone masing masing.

Syarat perangkat dapat dikatakan IoT adalah, perangkat tersebut diberi chip mikro kontroller yang telah diprogram. Perangkat tersebut terhubung dengan smartphone pengguna dengan internet sebagai medianya. Jadi, selama perangkat dan smartphone pengguna terhubung dengan internet, maka pengguna dapat mengendalikan perangkat tersebut dari jarak jauh.

Saat ini telah banyak bidang-bidang pekerjaan atau alat-alat rumah tangga bahkan pemerintahan yang menjadikan IoT sebagai teknologi. Bahkan di beberapa negara maju sudah memiliki smart city yang cukup berkembang pesat. Prediksi perangkat yang terhubung dengan jaringan pada tahun 2021 berjumlah 28 miliar, dan 26 miliar diantaranya adalah perangkat yang menggunakan teknologi IoT. Untuk itu, diperkirakan juga akan banyak pekerjaan yang tidak lagi membutuhkan manusia sebagai pekerjanya karena akan banyak perangkat yang sudah cerdas dan IoT akan sangat mendominasi di masa yang akan datang.

Di Indonesia sendiri, IoT sudah mulai dikembangkan. Salah satunya ada di Depok. IoT dalam bentuk konsep layanan peminjaman sepeda kepada publik dalam jangka waktu tertentu dari satu titik lokasi ke titik lokasi lainnya. Teknologi yang diterapkan pada ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok tersebut adalah peminjaman sepeda berbasis aplikasi smartphone, dengan didampingi penyediaan tiang atau dock parkir berbasis radio-frequency identification (RFID) sehingga sepeda hanya bisa diparkirkan pada dock parkir tersebut.

Selain itu, ada pula smart city atau smart building. Beberapa kota di Indonesia mulai menerapkan smart city tersebut, diantaranya adalah Jakarta yang meluncurkan portal smartcity.jakarta.go.id. Portal ini dapat diakses warga Jakarta untuk memonitor banjir, truk sampah, mesin berat, dan lain sebagainya. Selain itu, ada aplikasi yang dapat digunakan secara dua arah. Masyarakat mampu menyampaikan aspirasi melalui pengaduan real time. Di Semarang, Pemkot Semarang sudah mengoperasikan situation room yang berfungsi sebagai pusat integrasi kegiatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Semarang. Melalui ruangan ini, setiap pelayanan dan pembangunan secara real time akan terpantau, termasuk data-data statistik terkait.




Posted 2019-03-13 13:34 by Marcomm Gmedia Share
  news