TANTANGAN KEJAHATAN KEAMANAN DI INDUSTRI 4.0


TANTANGAN KEJAHATAN KEAMANAN DI INDUSTRI 4.0

Revolusi industri 4.0 tidak dapat dilepas oleh bisnis di segala bidang harus bersiap menghadapi perubahan global dunia yang mengkombinasikan manufaktur tradisional dan praktik industri dengan dunia teknologi untuk membangun sistem keamanan guna melawan ancaman eksternal dan internal. Dalam dunia bisnis semua menjadi sasaran kejahatan siber yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Breach Level Index, basis data global dari pelanggaran data jumlah data yang hilang, dicuri bahkan dirubah meningkat sebesar 133 persen setiap tahun.

Berikut tantangan besar untuk menghindari ancaman yang menyebabkan kerusakan hinnga kerugian bagi perusahaan sebagai berikut :

 

1. Targeted Attack
Manufaktur adalah industri yang menjadi tujuan targeted attack dalam serangan siber. Menurut Enterprise Enviromental Factor (EEF), 48% perusahaan mengalami kerugian finansial. Industrial Control System (ICS) atau Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) adalah sistem yang sering digunakan untuk melindungi industri manufaktur, infrastruktur dan berbagai bidang lain merupakan titik terlemah dalam sistem keamanan perusahaan. ICS/SCADA digunakan bukan hanya di manufaktur, tetapi juga pada pembangkit listrik, perusahaan transmisi, pengolahan minyak dan gas, pabrik-pabrik, bandara sampai layanan pengiriman.

 

2. Ransomware
Ransomware merupakan jenis malware yang paling umum tersebar diberbagai data perusahaan. Biasanya, peretas mengalihkan perhatian mereka ke sistem penting seperti server daripada perangkat karyawan. Dalam praktiknya, ransomware oleh pengembangnya dikolaborasikan dengan CryptoJacking untuk mendapatkan keuntungan ganda. Menghadapi ransomware memang bukan masalah mudah, bagi sebuah perusahaan memiliki alat proteksi karena ransomware tidak pernah pilih-pilih ketika menyerang korbannya.

 

3. Hacker Insider
Kesalahan karyawan yang dilakukan secara tidak sengaja, seperti salah copy file, salah kirim file, meninggalkan komputer dalam keadaan terbuka saat tidak dipakai menyebabkan kerusakan sistem informasi data yang mana hacker mudah masuk dari dalam menyebabkan kebocoran data disebabkan oleh orang dalam yang dilakukan dengan sengaja dengan motivasi finansial, spionase dan persaingan bisnis.

Posted 2018-12-04 14:52 by Marcomm Gmedia Share
  news